Komunitas Bisnis dan Informasi Unik

Petunjuk Jalur Candi Wringin Branjang Blitar

by Ike Novita Indraswari , at 11:39:00 AM , has 2 komentar
Kabupaten Blitar memiliki cukup banyak peninggalan sejarah berupa candi. Candi yang paling familiar dan terkenal di Blitar adalah Candi Penataran, tetapi sebenarnya masih banyak candi-candi lain yang jika di eksplorasi tak kalah indahnya dengan Candi Penataran. Salah satunya adalah candi yang juga sama-sama beraliran hindu dengan Candi Penataran, yaitu Candi Wringin Branjang yang terletak di Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari.

Ulasan kali ini kita akan membahas petunjuk jalur Candi Wringin Branjang Blitar. Jika Anda adalah pecinta keindahan alam pegunungan lengkap dengan hamparan pepohonan hijau yang menjulang, Candi Wringin Branjang adalah spot yang tepat. Sepanjang perjalanan menuju candi Anda akan disuguhi oleh pemandangan alam yang menawan, megahnya Gunung Kelud dari kejauhan, hijaunya pepohonan Gunung Gedang, suara daun tebu yang bergesekan tertiup angin, serta barisan pohon pinus menjulang tinggi yang menambah keindahan. 

Ini tak seberapa sebelum Anda memasuki area Candi Wringin Branjang, disana Anda akan merasakan suasana sejuk dengan semilirnya angin pegunungan yang menenangkan pikiran. Berikut adalah beberapa foto yang kami dapat di area Candi Wringin Branjang, Blitar.
Berekspresi di Candi Wringin Branjang
Berekspresi di Candi Wringin Branjang

Sejarah Candi Wringin Branjang

Saat berkunjung ke Candi Wringin Branjang, selain berfoto ria kita akan dapat pembelajaran historis di candi ini. Jika dulunya tempat ini digunakan untuk pendarmaan, saat ini pun juga masih digunakan masyarakat setempat untuk selamatan baritan, yaitu upacara adat yang dilakukan pada Hari Jum’at Legi setiap Bulan Suro.

Tempat ini merupakan salah satu Kawasan Cagar Budaya. Berdasarkan data yang kami dapatkan dari buku tamu di sana, rata-rata pengunjung candi ini dalam sebulan adalah 50 – 100 orang. Jumlah pengunjung bisa melebihi 100 orang jika ada rombongan dari siswa sekolah yang mengadakan studi budaya. Akan tetapi, wisatawan datang tidak hanya untuk melakukan studi budaya, setidaknya ada empat tujuan wisatawan mengunjungi Candi Wringin Branjang.

Empat tujuan tersebut adalah untuk berwisata (sekedar jalan-jalan), ritual, olahraga dan studi budaya. Biasanya pada hari libur ada klub pesepeda gunung yang datang untuk berolahraga dan mengunjungi candi. Anak-anak sekolah datang untuk melakukan observasi atau studi lapangan mata pelajaran sejarah mengenai peninggalan Kerajaan Hindu di Indonesia. Tak jarang wisatawan datang untuk melakukan ritual tertentu di candi ini.
Candi Wringin Branjang
Candi Wringin Branjang

Wringin Branjang, nama ini diberikan oleh masayarakat setempat. Wringin dalam Bahasa Jawa berarti beringin, sedangkan branjang berarti melilit. Jika digabungkan nama ini berarti “Candi yang terlilit akar beringin”. Menurut juru kunci candi, Bapak Sumantri, dulunya sebelum diadakan penggalian, candi ini disebut “Gua Lowo” karena hanya terlihat pintu candi yang saat itu dipercaya sebagai mulut gua dan banyak lowo (kelelawar) yang keluar dari sana.

Hal ini bukan tanpa alasan, karena dulunya candi ini terpendam dibawah pohon beringin pada sebuah bukit dan terlihat seperti gua. Tidak ada sumber yang bisa dijadikan rujukan mengenai waktu penggalian candi, tapi menurut Pak Mantri sejak jaman Belanda tepatnya sekitar tahun 1905 Masehi sudah ada foto tentang candi ini. Dalam foto tersebut candi belum sebersih sekarang ini karena masih banyak akar beringin di atapnya.
Berfoto Ria di Candi Wringin Branjang
Berfoto Ria di Candi Wringin Branjang

Saat kami kesana, suasananya sangat sejuk. Halaman candi pun juga bersih, beberapa bunga menambah kesan indah di sana. Sebuah pohon beringin juga berdiri kokoh di sebelah timur candi. Mungkin pohon ini adalah “kerabat dekat” pohon beringin yang dulunya melilit candi. Candi Hindu abad ke-13 ini berbentuk  kubus dengan atap berupa rampasan.

Bangunan yang didirikan tahun 1309 Masehi atau 1231 Saka itu terlihat masih kokoh dengan susunan batu andesit di setiap detil bangunannya. Tak berbeda dengan bangunan modern, peninggalan Kerajaan Majapahit ini pun mempunyai beberapa ventilasi udara. Menghadap ke selatan dengan ukuran 4,35 meter x 3,45 meter dan tinggi 5 meter merupakan tempat pendarmaan atau ritual keagamaan Hindu pada masanya.
Ritual di Candi Wringin Branjang
Ritual di Candi Wringin Branjang

Petunjuk Jalur Candi Wringin Branjang

Jika Anda tertarik untuk menikmati keindahan alam sekitar Candi Wringin Branjang Anda dapat menempuh jalur sebagai berikut:
  1. Ambil arah Gandusari. Dari perempatan pasar Talun ke Utara menuju Kecamatan Gandusari lalu masuk wilayah Desa Gadungan.
  2. Setelah sampai di Desa Gadungan, Anda dapat bertanya pada warga sekitar arah ke Dusun Sukomulyo.
  3. Jalur paling mudah ketika sampai di Dusun Sukomulyo adalah melewati lapangan Kruwuk. Dari lapangan belok kiri sampai masuk wilayah perkebunan.
  4. Warga sekitar akan mengarahkan Anda ke kawasan perkebunan Dusun Sukomulyo/Kruwuk. Warga biasa menyebut kawasan Candi wringin Branjang sebagai "pinusan", mengingat candi tersebut dikelilingi oleh hamparan pohon pinus.
  5. Setelah masuk ke perkebunan, petualangan akan dimulai. Pemandangan yang indah, udara yang menyegarkan serta kicauan burung-burung hutan. Jika Anda bingung, tanya saja pada petani/pencari rumput mengenai arah candi. Jika Anda tidak terbiasa melakukan perjalanan ke pegunungan, kami menyarankan untuk tidak menggunakan motor matic karena jalan menuju candi hanyalah jalan setapak yang konturnya naik dan banyak rumput-rumput di sekitarnya.

Rute Maps Candi Wringin Branjang

Jika memperhatikan maps rute di atas, Candi Wringin Branjang lebih mudah diakses dari Lapangan Kruwuk. Dari titik ini bisa ambil jalur kiri sesuai panduan petunjuk jalur di atas (belum ada petunjuk dalur di darat). Namun harus melalui beberapa belokan dan perempatan. Lebih mudah jika dari Lapangan Kruwuk lurus saja ke utara, kemudian ikuti panduan sesuai maps di atas. Cukup melewati 2x belokan sudah sampai di lokasi (update by arik) ;)

Selfie Candi Wringin Branjang Blitar

Silahkan berfoto selfie ria di sekitar area candi Wringin Branjang Gandusari. Namun sangat disarankan unuk tidak meniru adegan di dalam foto yang terlampir di dalam artikel ini. Seharusnya kita menunjukkan sikap sopan santun dimanapun kita berada. Terlebih di area tempat wisata yang masih mengandung nilai history dan budaya. Sekedar sebagai sample, maka foto terlampir tetap dipublikasikan dengan catatan.
BLK Komunitas
BLK Komunitas

BLK Selfie
BLK Selfie

Silahkan mengambil foto selfie juga di sepanjang jalan jalur menuju lokasi candi. Terdapat area perkebunan dengan beragam jenis tanaman. Mulai dari perkebunan tebu, singkong, mahoni, jabon dan lain-lain. Jangan lupa mampir di area Pertambangan Pasir yang berada di sisi sebeah barat candi. Bisa tanya penduduk sekitar untuk menuju lokasi pertambangan pasir tersebut. Eksotisme view dengan background Kali Putih di sini tidak kalah menarik.

Special thanks to: Dam Ar Io, Duffan Anggara & Scarloz Wanda

Itulah ulasan mengenai petunjuk jalur Candi Wringin Branjang Blitar. Sedikit tambahan informasi, bahwa di sisi sebelah barat candi ini merupakan hamparan sungai putih alias Kali Putih. Sempat menjadi lintasan lahar dingin Gunung Kelud yang menerjang puluhan hektar sawah penduduk (kini pertambangan pasir). Ulasan dalam bentuk video bisa Anda temukan di YouTube. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih telah membaca, salam berbagi dan salam cinta.
Ike Novita Indraswari
About
Petunjuk Jalur Candi Wringin Branjang Blitar - written by Ike Novita Indraswari , published at 11:39:00 AM, categorized as Candi , Info Remaja , Info Sejarah , Info Sekolah , Info Wisata , Petunjuk Jalur , Wisata Candi . And has 2 komentar
2 komentar Add a comment
Cedekk omahku... ������
Iya kah? Emang rumahnya Gandusari mana? Kruwuk etan kali? Hihi :)
Delete
Reply Delete
Bck
Cancel Reply
Copyright ©2014 Komunitas Unik
Theme designed by Damzaky - Published by Proyek-Template
Supported by Komunitas Blog